Salam Pramuka!
Tepat tanggal 14 Agustus 2012 kemarin adalah hari Pramuka di Indonesia. Bertepatan pada bulan Ramadhan. Tak lengkap rasanya jika saya sebagai anggota Pramuka tidak mengikuti upacara memperingati hari Pramuka yang ke 51 seluruh Kabupaten Bekasi. Kami (Pramuka Bonlap) mengikuti upacara dimana pada saat upacara terdapat penilaiannya. Kami hanya mengirimkan 1 pleton yang terdiri dari 12 putra dan 19 putri. Upacara tersebut dilakukan di Deltamas.
Upacara tersebut dilakukan selama 2 kali, yaitu upacara penaikan bendera merah putih serta penurunan bendera merah putih. Namun yang dinilai hanya upacara penaikan bendera saja. Oleh karena itu kurang lebih 2 minggu sebelumnya kami berlatih yang dibimbing oleh para alumni pramuka bonlap. Banyak cobaan yang harus kita hadapi dalam latihan tersebut. Saya tidak bisa mengucapkan apa saja cobaan tersebut.
Kami mendapatkan nomor urut 13 yang katanya adalah angka sial. Berlatih berlatih dan berlatih hingga tiba pada saat harinya. Yaa dengan fisik dan mental baja kami mengikuti upacara tersebut yang lamanya sekitar 3 jam dan hanya berdiri saja. Pembina saat upacara penaikan bendera merah putih adalah bupati Kab. Bekasi Kami melihat banyak pasukan lain yang balik kanan alias tidak kuat. Balik kanan mendapatkan pengurangan nilai. Dan untungnya dari pleton kami hanya 2 putri saja yang tidak kuat. Oh iya, sebelum melakukan upacara saya mengoleskan banyak balsem ketubuh saya.
Setelah upacara pagi kami beristirahat di masjid. Saya tidur di teras masjid, dan didalam masjid. Kebanyakan tidur, siangnya saya merasakan pusing yang luar biasa. Kami berdoa semoga kami yang mendapatkan juara 1.
Sore pun tiba, kami melakukan upacara penurunan bendera merah putih. Yang jadi pembinanya adalah wakil bupati kab. Bekasi. Upacara sore ini jauh lebih singkat dibandingkan upacara pagi. Setelah upacara inilah hal-hal yang kami tunggu.
Kami duduk dengan kepala tertunduk dan berdoa. Satu per satu juri sudah mengumumnkan pleton yang juara. Kini saatnya pada kategori selang sekar. Harapan 3 bukan kita, Harapan 2 bukan kita, Harapan 1 bukan kita, Juara 3 bukan kita, Juara 2 bukan kita. Ya sebenarnya saya sudah pasrah saat juara harapan 3 sampai juara2 tidak ada nomor urut kita. Saya berpikir mungkin gara-gara nomor sial. hhehehe.. Tapi tak disangka-sangka pada saat juri mengumumnkan juara 1 juri menyebutkan nomor urut 13 dari SMAN 1 Tambun Selatan. YEEEAAAAH kami berlompat, senang, wah pokoknya campur-campur rasanya saat itu. Kami benar-benar sangat senang karena apa yang telah kita lakukan berhasil.
Kami medapatkan Juara I kategori Lomba Parade Selang Sekar Tingkat Kab. Bekasi. Ini merupakan langkah awal kami, dan macannya kab. bekasi telah bangun. Waktunya berbuka puasa, shalat, dan berfoto-foto. Hingga pada pukul 07.00 kami pulang ke Tambun dengan suasana di TIGER yang senang.
Kami banyak belajar dari pengalaman ini :
1. Kerja keras adalah usaha yang harus kita lakukan untuk menjadi juara setelah niat.
2. Tidak ada yang namanya SIAL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar